1. Ciri - ciri seorang profesional di bidang IT adalah!
a. Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang TI.
b. Memiliki ketrampilan yang tinggi di bidang TI.
c. Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan
masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi.
d. Tanggap thd masalah client, faham thd isyu-isyu etis serta
tata nilai kilen-nya.
e. Mampu melakukan pendekatan multidispliner.
f. Mampu bekerja sama.
g. Bekerja dibawah disiplin etika.
h. Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila
dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap
masyarakat.
2. Sebutkan dan
jelaskan jenis-jenis ancaman (threats) dan modus operasi kejahatan dibidang
TIK!
a. Unauthorized Access to Computer System
and Service
“Pelaku” dari tipe kejahatan ini
masuk atau menyusup ke dalam sistem Jaringan komputer “korban”. “Pelaku” masuk
tanpa ijin sama sekali dari pemilik atau Sistem tersebut. Setelah mereka masuk
ke dalam sistem Jaringan “Korban”, “pelaku” biasanya menyabotase (mengganti
atau mengubah data) atau melakukan pencurian data dari Jarinagn yang mereka
masukin. Tapi tidak sedikit juga “pelaku” yang cuma melihat-lihat ke dalam
Sistem tersebut atau hanya untuk mencari kelemahan dari Sistem Jaringan
Tersebut ( Setelah mereka mengetahui kelemahan Sistem tersebut, mereka langsung
menghubungi Admin Sistem tersebut untuk mengganti keamanan Sistem mereka).
b. Illegal Contents
“Pelaku” dari tipe kejahatan ini
melekukan kejahatan dengan cara mengganti dan menambah data yang tidak
seharusnya kedalam sistem tersebut. Biasanya berita yang mereka masukan tidak
sesuai dengan kenyataan. Mereka kadang juga memasukan berita bohong atau
fitnah, hal-hal yang pornografi atau
pemuatan suatu informasi yang tidak sesuai dengan keadaan Sistem tersebut.
c. Data Forgery
“Pelaku” kejahatan ini biasanya
melakukan kejahatan dengan memalsukan data-data dokumen penting yang terdapat
dalam sistem yang mereka susupi.
Data-data penting yang mereka palsukan dibuat sebagai scriptless melalui
jaringan Internet.
d. Cyber Espionage
“Pelaku” kejahatan ini
memanfaatkan Jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap
pihak lain atau saingannya. “Pelaku” masuk ke dalam Sistem “Korban”, kemudian
melihat atau meng-copy data yang terhadap di dalam Sistem sang “korban”
e. Cyber Sabotage and Extortion
“Pelaku” dalam kejahatan ini
melakukan kejahatannya dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran
terhadap suatu data yang terdapat dalam sistem yang disusupin oleh “pelaku”
melalui program komputer atau jaringan komputer yang terhubung oleh internet.
“Pelaku” biasanya menyusupkan logic bomb, virus komputer atau program komputer
yang jika dibuka akan mentrigger virus atau file perusak tersebut.
Jika suatu program atau data yang
ada di sistem terkena virus,maka program atau data tersebut tidak akan berjalan
sebagaimana mestinya.
f. Offense against Intellectual Property
“Pelaku” kejahatan ini mengincar
terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki oleh “korban”. “Pelaku”
biasanya meniru atau menyiarkan sesuatu yang sebenarnya sudah lebih dulu
dilakukan oleh orang lain.
g. Infringements of Privacy
“Pelaku” dalam kejahatan ini
biasanya melakukan kejahatannya dengan cara mengambil data pribadi seseorang
yang tersimpan secara computerized, yang apabila dilakukan akan merugikan
materiil maupun immateriil.Kejahatan seperti ini biasanya mengincar nomor kartu
kredit, nomor PIN ATM, ataupun data kesehatan dari “korban”.
3. Jelaskan apa
perbedaan Audit “Around The Computer”
dengan “Through The Computer”
Audit
Around The Computer
Audit around the computer adalah
pendekatan audit dimana auditor menguji keandalan sebuah informasi yang
dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan hasil dari
sebuah transaksi yang dimasukkan dalam sistem. Kemudian, kalkulasi tersebut
dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem. Apabila ternyata valid
dan akurat, diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif dan sistem
telah beroperasi dengan baik.
Jenis audit ini dapat digunakan
ketika proses yang terotomasi dalam sistem cukup sederhana. Kelemahan dari
audit ini adalah bahwa audit around the computer tidak menguji apakah logika
program dalam sebuah sistem benar. Selain itu, jenis pendekatan audit ini tidak
menguji bagaimana pengendalian yang terotomasi menangani input yang mengandung
error. Dampaknya, dalam lingkungan IT yang komplek, pendekatan ini akan tidak
mampu untuk mendeteksi banyak error.
Audit
Through The Computer
Auditing Through The Computer
adalah audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer
dengan menggunakan fasilitas komputer yang sama dengan yang digunakan dalam
pemrosesan data. Pendekatan audit ini berorientasi komputer yang secara
langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam system komputer dengan asumsi
bila terdapat pengendalian yang memadai dalam pemrosesan, maka kesalahan dan
penyalahgunaan dapat dideteksi. Pendekatan ini dapat menggunakan perangkat
lunak dalam bentuk specialized audit software (SAS) dan generalized audit
software (GAS).
Pendekatan audit ini digunakan
bila pendekatan Auditing Around The Computer tidak cocok atau tidak mencukupi.
Pendekatan ini dapat diterapkan bersama – sama dengan pendekatan Auditing
Around The Computer untuk memberikan kepastian yang lebih besar.
4. Sebutkan dan jelaskan Skateholder IT Audit!
a. Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk
memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi,
berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan,
kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua
tingkat kegiatan sistem.
b. Fasilitas pemrosesan informasi.
Audit yang berfungsi untuk
memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan
waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal
dan buruk.
c. Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk
memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif
organisasi.
d. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk
memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan
prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk
pemrosesan informasi.
e. Client/Server, telekomunikasi,
intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk
memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan
yang menghubungkan client dan server.
5. Sebutkan dan jelaskan Metologi IT Audit!
a. Tahapan Perencanaan.
Sebagai suatu pendahuluan mutlak
perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga
menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya
akan berjalan efektif dan efisien.
b. Mengidentifikasikan reiko dan kendali.
Untuk memastikan bahwa qualified
resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga
referensi praktik-praktik terbaik.
c. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan
bukti-bukti.
Melalui berbagai teknik termasuk
survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
d. Mendokumentasikan.
Mengumpulkan temuan-temuan dan
mengidentifikasikan dengan auditee.
e. Menyusun laporan.
Mencakup tujuan pemeriksaan,
sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar