Senin, 12 Oktober 2015

Virtual Machine

Virtual Machine

Virtual Machine Aplikasi, Contoh dari virtual machine ini adalah Java Virtual Machine dan Common Language Runtime.

1. Java Virtual Machine ( JVM )

Java Virtual Machine atau JVM adalah jenis perangkat lunak virtual machine aplikasi untuk menjalankan program dalam kode instruksi Java. Java adalah bahasa komputer yang digunakan pada sistem platform Java, Java memiliki jenis instruksi mesin yang berbeda dengan sistem komputer jenis PC atau yang lainnya. sebuah komputer dapat menjalankan sebuah program dalam bahasa Java memerlukan JVM yang sering disebut sebagai middleware yang berfungsi untuk menterjemahkan instruksi Java (JVM instruction set) menjadi instruksi mesin pada komputer jenis tertentu.
Java Virtual Machine dalam nama lain disebut sebagai Java Runtime Environment (JRE), dikembangkan oleh Sun Microsystem untuk memperluas penggunaan bahasa Java pada platform komputer manapun. Oleh karena itu program yang dibuat dengan java dapat dijalankan pada banyak platform komputer maupun berbagai sistem operasi komputer. Dengan sistem emulasi instruksi, maka program java ini dipakai pada aplikasi-aplikasi di perangkat mobile, karena perangkat mobile saat ini sudah banyak yang sudah memiliki Java Virtual Machine.

2. Common Languange Runtime ( CLR )

Common Language Runtime (CLR) adalah jenis virtual machine aplikasi ditambah runtime library yang mendasari sistem NET Framework, CLR dapat mengeneralisasi banyak bahasa komputer agar dapat dijalankan pada platform yang sama. Sampai saat ini sudah lebih dari 40 bahasa komputer yang sudah didukung pada sistem ini, yaitu seperti Visual Basic, ASP, Visual C#, Visual J#, Visual C++, Deplhi, C++ Builder, dll. Dengan sistem CLR ini, maka antara satu program dengan program lain yang berbeda bahasanya dapat saling berhubungan dan memanfaatkan library yang sama.
Common Language Runtime dikembangkan oleh Microsoft untuk mendukung sistem NET Framework, Microsoft NET Framework adalah platform perangkat lunak yang berfokus pada Rapid Application Development (RAD), Platform Independence, dan Network Transparency. Sistem ini mempunyai platform Java dari Sun yang juga bersifat platform independence.

Virtual Machine Sistem Operasi, Contoh dari virtual mesin ini adalah VMWare Workstation dan Microsoft Virtual PC.

1.VMWare Workstation

VMWare Workstation adalah jenis perangkat lunak virtual machine sistem operasi yang dapat menjalankan beberapa jenis sistem operasi secara bersamaan dalam satu waktu. VMWare Workstation merupakan produk perangkat lunak komersial yang dikembangkan oleh EMC Corporation. Perangkat lunak ini merupakan virtual machine untuk komputer dengan platform Intel x86 atau sejenisnya.
Dengan cara menciptakan komputer virtual pada sebuah sistem komputer, maka sistem operasi yang lain dapat dijalankan pada komputer virtual tersebut. Setiap virtual komputer yang diciptakan dapat menjalankan sistemnya sendiri dan memiliki sistem operasi sendiri. Beberapa contoh sistem operasi yang didukung adalah Windows, Linux, Solaris, dan keluarga BSD. Jadi dengan perangkat lunak VMWare, maka sebuah komputer secara fisik dapat menjalan beberapa sistem operasi sekaligus secara bersamaan.

2.Virtual PC

Virtual PC adalah jenis perangkat lunak virtual machine sistem operasi untuk Mac OS dan Windows. Pada awalnya virtual PC dikembangkan oleh Connectix kemudian turunannya diakuisisi oleh Microsoft. Virtual PC memvirtualkan komputer dengan standar PC dan semua komponen perangkat kerasnya. Dengan cara ini, maka virtual PC dapat menjalankan semua sistem operasi yang dimiliki oleh sebuah PC. Masing-masing sistem operasi yang berjalan pada sebuah perangkat komputer akan mengendalikan setiap komponen perangkat keras virtual, dan hanya satu sistem operasi utama yang mengendalikan perangkat keras fisik.
Versi pertama dari virtual PC dikembangkan untuk komputer jenis Macintosh dan dirilis pada Juni 1997. Berikutnya pada bulan Juni 2001 dirilis virual PC versi 4.0 yang sudah mendukung sistem operasi Windows. Selanjutnya pada bulan Februari 2003, Microsoft mengambil alih produk virtual PC ini sekaligus merilis produk Virtual Server juga dari Connectix. Versi terbaru dari virtual PC saat ini adalah Virtual PC 2004 untuk sistem operasi Windows yang setara dengan virtual PC untuk Mac OS versi 7.

Kelebihan Virtual  Machine ( VM ) :

Hal Keamanan
-          VM memiliki perlindungan yang lengkap pada berbagai sistem sumber daya, yaitu dengan menghapus pembagian sumber daya secara langsung, sehingga tidak ada masalah proteksi dalam VM. Sistem VM digunakan untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Dengan VM, jika terdapat suatu perubahan pada satu bagian dari mesin, maka tidak akan mengubah komponen lainnya.
-          Memungkinkan untuk mendefinisikan suatu jaringan dari Virtual Machine (VM).
-          Tiap bagian mengirim informasi melalui jaringan komunikasi virtual. Jaringan dimodelkan setelah komunikasi fisik jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak.

Kekurangan Virtual Machine :
Beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:

          Sistem penyimpanan.
-          Jika mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM . Ini tidak memungkinkan untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansial untuk menyediakan memori virtual dan spooling. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan perangkat keras yang mendasari.
-          Pengimplementasian sulit.
-          Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan.

Contoh virtual machine : Vmware, Xen VMM , Java VM

Jenis-jenis dari VM adalah :
VM sistem dimana sebuah VM dapat menjalankan sebuah sistem operasinya sendiri.
VM proses dimana VM hanya menjalankan sebuah proses saja.
Kemudian VM juga dibagi berdasarkan tingkat virtualisasinya :
1. Virtualisasi penuh yang mensimulasikan seluruh fitur perangkat keras sehingga memungkinkan perangkat lunak berjalan pada VM tanpa modifikasi.
2. Virtualisasi paruh, dimana tidak semua fitur perangkat keras disimulasikan.
3. Virtualisasi asli, yang mana merupakan virtualisasi penuh yang digabungkan dengan bantuan perangkat keras yang mendukung virtualisasi.

Referensi :
http://java-virtual-machine.net/download.html
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2008/240/08._Virtual_Machine

Kamis, 08 Oktober 2015

Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel distribusi frekuensi adalah penyajian statistik data berkelompok dalam bentuk tabel dimana setiap data dikelompokan dalam kelas interval.

BAB I
 Latar Belakang
Statistik memegang peran penting dalam penelitian,baik dalam penyusunan model,perumusan hipotesa dalam pengembangan alat dan instrumen  pengumpulan data,dalam penyusunan desain penelitian ,dalam penentuan sampel dan dalam analisa data.statistik dapat digunakan sebagai alat untuk memgetahui apakah hu bungan kualitas antara dua atau lebih variabel benar-benar terkait secara benar dalam suatu kualitas empiris atau hubungan tersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja. Di dalam statistik deskriptif kita selalu mengusahakan agar data dapat disajikan dalam bentuk yang lebih berguna, lebih mudah dipahami dan lebih cepat dimengerti. Jika data yang ada hanya sedikit, kita tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan mengerti angka-angka itu, tetapi apabila data yang tersedia banyak sekali jumlahnya, maka untuk mengerti data tersebut kita akan mengalami kesulitan. Untuk memudahkannya data harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam distribusi frekuensi
Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apa pengertian distribusi prekuensi ?
2.      Cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi  ?
3.      Macam-macam Distribusi Frekuensi ?
Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dalam makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui distribusi Frekuensi
2.      Untuk mengetahui cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi
3.      Untuk mengetahui macam-macam Distribusi Frekuensi

BAB II
DISTRIBUSI FREKUENSI
Pengertian Distribusi frekuensi
Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok (kelas) dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam tiap kelas. Distribusi frekuensi merupakan salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu klasifikasi data secara kuantitatif. Di dalam statistik deskriptif kita selalu mengusahakan agar data dapat disajikan dalam bentuk yang lebih berguna, lebih mudah dipahami dan lebih cepat dimengerti. Untuk memudahkannya data harus disusun secara sistematis atau teratur kedalam distribusi frekuensi.
 Berikut ini adalah contoh tabel distribusi frekuensi data nilai Statistik 40 siswa :
Data
Frekuensi
65-67
2
68-70
5
71-73
13
74-76
14
77-79
4
8082
2
Jumlah
40

Terdapat istilah-istilah yang berkaitan dengan tabel distribusi frekuensi di atas, yaitu sebagai berikut.
Kelas interval adalah kelas yang memuat satu kelompok interval beserta frekuensinya. Satu kelas interval dinyatakan dalam satu baris pada tabel distribusi frekuensi. Kelas interval pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
kelas pertama adalah kelas dengan interval 65-67
kelas ke-2 adalah kelas dengan interval 68-70
kelas ke-3 adalah kelas dengan interval 71-73
kelas ke-4 adalah kelas dengan interval 74-76
kelas ke-5 adalah kelas dengan interval 77-79
kelas ke-6 adalah kelas dengan interval 80-82
Batas bawah adalah bilangan yang terletak di sebelah kiri tanda "-" pada suatu kelas interval. Batas bawah pada tabel di atas adalah sebagai berikut.


Data
Frekuensi
Batas Bawah
65-67
2
65
68-70
5
68
71-73
13
71
7476
14
74
77-79
4
77
80-82
2
80

Batas atas adalah bilangan yang terletak di sebelah kanan tanda "-" pada suatu kelas interval. Batas atas pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
Data
Frekuensi
Batas Atas
65-67
2
67
68-70
5
70
71-73
13
73
74-76
14
76
77-79
4
79
80-82
2
82

Tepi bawah diperoleh dengan mengurangi batas bawah oleh 0,5. Tepi bawah pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
Data
Frekuensi
Tepi Bawah
65-67
2
64,5
68-70
5
67,5
71-73
13
70,5
74-76
14
73,5
77-79
4
76,5
80-82
2
79,5

Tepi atas diperoleh dengan menambahkan batas atas oleh 0,5. Tepi atas pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
Data
Frekuensi
Tepi Atas
65-67
2
67,5
68-70
5
70,5
71-73
13
73,5
74-76
14
76,5
77-79
4
79,6
80-82
2
82,5

Nilai tengah untuk masing-masing kelas interval pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
Data
Frekuensi
Nilai Tengah
65-67
2
66
68-70
5
69
71-73
13
72
74-76
14
75
77-79
4
78
80-82
2
81

Panjang kelas diperoleh dengan rumus sebagai berikut.
p = batas atas - batas bawah + 1
atau p = tepi atas - tepi bawah
panjang kelas untuk tabel di atas adalah 3.
Frekuensi kumulatif kurang dari adalah frekuensi kumulatif (jumlah frekuensi) yang nilainya lebih kecil atau sama dengan tepi atas pada masing-masing kelas. Frekuensi kumulatif kurang dari pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
Data
Frekuensi Kumulatif Kurang Dari
≤67,5
2
≤70,5
7
≤73,5
20
≤76,5
34
≤79,5
38
≤82,5
40

Frekuensi kumulatif lebih dari adalah frekuensi kumulatif (jumlah frekuensi) yang nilainya lebih besar atau sama dengan tepi bawah pada masing-masing kelas. Frekuensi kumulatif lebih dari pada tabel di atas adalah sebagai berikut.
Data
Frekuensi Kumulatif Lebih Dari

≥64,5
40
≥67,5
38
≥70,5
33
≥73,5
20
≥76,5
6
≥79,5
2


BAB III
 Macam-Macam Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi ada beberapa macam, diantaranya:
Ditinjau dari jenisnya
1.      Distribusi frekuensi numerik
2.      Distribusi kategorikal
Ditinjau dari nyata tidaknya frekuensi
1.      Distribusi frekuensi absolut
2.      Distribusi frekuensi relatif
Ditinjau dari kesatuannya
1.      Distribusi frekuensi satuan
2.      Distribusi frekuensi kumulatif
 Distribusi frekuensi numerik dan kategorikal
Distribusi frekuensi numerik adalah Distribusi frekuensi yang didasarkan pada data-data kontinum yaitu data yang berdiri sendiri dan merupakan suatu deret hitung, sedangkan yang dimaksud dengan Distribusi frekuensi kategorikal adalah Distribusi frekuensi yang didasarkan pada data-data yang terkelompok. 

BAB IV
PENUTUP
Dari uraian di atas dapat kami simpulkan beberapa hal, yaitu:
§  Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelompok (kelas) dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk kedalam tiap kelas. Distribusi frekuensi merupakan salah satu bentuk klasifikasi data, yaitu klasifikasi data secara kuantitatif.
§  Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi:
1.      Menentukan Jumlah Kelas
2.      Mencari Range
3.      Menentukan Panjang Kelas
4.      Menentukan Kelas
§  Distribusi frekuensi ada beberapa macam, diantaranya:
Ditinjau dari jenisnya
·         Distribusi frekuensi numerik
·         Distribusi kategorikal
Ditinjau dari nyata tidaknya frekuensi
·         Distribusi frekuensi absolut
·         Distribusi frekuensi relatif
Ditinjau dari kesatuannya
·         Distribusi frekuensi satuan
·         Distribusi frekuensi kumulatif